Berkat bantuan "mata" teknologi, satu spesies langka
dari wilayah barat Indonesia ini yaitu kambing hutan sumatra berhasil
terekam kamera.
Kambing hutan sumatra (Capricornus sumatraensis) yang terekam kamera dalam ekspedisi Eyes on Leuser. (Youtube/Mongabay Indonesia)
Hutan hujan Sumatra dikenal dengan ragam faunanya
yang tidak ditemui di tempat lainnya. Namun, berbagai faktor membuat
fauna ini terancam punah atau bahkan nyaris tidak pernah terlihat lagi
oleh mata manusia.
Namun, berkat bantuan "mata" teknologi, satu spesies langka dari wilayah barat Indonesia ini yaitu kambing hutan sumatra (
Capricornus sumatraensis) berhasil terekam kamera. Kambing yang dalam Bahasa Inggris disebut
sumatran serow ini tertangkap oleh kamera yang dipasang dalam sebuah ekspedisi ke dalam Kawasan Ekosistem Leuser.
Kambing hutan ini biasanya hidup 200 meter dari puncak dataran tinggi di Sumatra atau bukit-bukit kapur. Dilansir dari
Mongabay Indonesia,
spesies ini masih sangat sedikit dipelajari sehingga masih minim
referensi tentangnya. Tapi diketahui spesies ini adalah salah satu dari
enam spesies kambing hutan di Asia bagian timur.
"Kambing gunung nampaknya memang satwa yang sangat langka, kami
bahkan hanya berhasil merekam dua individu. Namun, mungkin mereka masih
banyak bisa ditemui di wilayah yang lebih tinggi dan lebih ke dalam di
Leuser ini," ungkap Marten Slothouwer, yang melakukan ekspedisi Eyes on
Leuser, Rabu (6/3).
Kambing hutan masuk dalam kategori ‘rentan’ atau
vulnerable di dalam Daftar Merah IUCN. Kerentanan ini merupakan paduan ancaman berkurangnya tutupan hutan dan perburuan.
Dikatakan Slothouwer, spesies ini sudah pernah difoto di beberapa
wilayah dan orang-orang di Leuser sangat menyukai dagingnya. "Namun,
ketersediannya bukan sesuatu yang bisa didapat secara luas," tambah
Slothouwer.
Selama ekspedisi Eyes on Leuser, berhasil merekam setidaknya 40
spesies lewat video. Beberapa diantaranya jarang sekali terlihat di
wilayah hutan terakhir yang tersisa di Sumatra ini.